Yayasan

Cahaya Impian Masa Depan

Educational & Social Project

Orientasi baru

04 July 2011 08:07:am

 

Melalui strategi "Straight-to-the-Point, kami bisa menerima hasil yang sangat baik melalui program ini. Tim kami memperoleh pelatihan di dalam CIMD. Setelah itu, mereka bekerja dengan anak-anak berkebutuhan khusus yang memiliki hubungan kontak yang terbaik dan/atau anak-anak yang menerima dan percaya terhadap mereka. Sukarelawan yang memiliki keahlian khusus di bidangnya akan memberikan pelatihan, tanggapan dan melakukan peninjauan kembali terhadap program. Kami bekerja di dalam kelompok kecil atau individual. Waktu mengajar maksimal 1 1/2 jam dalam 2 atau 3 kali pertemuan seminggu dan kadang-kadang kami mengajak mereka melakukan kegiatan-kegiatan santai.

 

  • Anak-anak berkebutuhan khusus:
Tujuan kami membantu anak-anak berkebutuhan khusus adalah dikarenakan mudah merekrut mereka dan selalu bersembunyi dari masyarakat. Dibawah pengawasan, mereka bisa melakukan tugas-tugas kecil di dalam rumah tangga dan kami mengajarkan mereka bagaimana menjaga dirinya sendiri. Hasil dari program yang kami selenggarakan, beberapa dari mereka sudah menghasilkan sedekit pendapatan sehingga mereka bisa membantu perekonomian keluarganya. Melalui pelatihan kerja (vocational training), anak-anak yang memiliki keterbatasan fisik akan merasa berguna dan juga memperoleh pendapatan atau mereka bisa memulai bisnis mereka sendiri.

 

  • Developmental Disorders:
Di dalam masyarakat masih menganggap anak-anak yang memiliki masalah perkembangan (developmental disorders) merupakan anak-anak yang memiliki cacat mental. Sampai hari ini, kami telah mencapai hasil yang cukup membanggakan, karena keluarga mereka selalu memberikan motivasi dan dukungan kepada anan-anaknya. Kami bisa biasanya bekerja di dalam kelompok kecil atau secara individial.

 

  • Learning problems:
Learning problems (masalah belajar) merupakan program yang diselenggarakan oleh CIMD dimana memberikan ekstra perhatian kepada anak-anak yang tidak mampu mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolah formal. Karena di dalam kelas yang terdiri dar 30 (lebih) siswa akan mempersulit guru didalam memberikan perhatian kepada anak-anak tersebut. Dampaknya adalah terdapat beberapa siswa yang menyerah dan tidak mau lagi bersekolah. CIMD membantu menyelesaikan masalah tersebut dan melalui metode pengajaran yang bersifat bermain sambil belajar, pendekatan secara individual dan selalu bersabar kami berusaha membantu menyelesaikan masalah tersebut.